HEMATLAH LISTRIK-MATIKAN LISTRIK YANG TIDAK PERLU
Electricity For a Better Life
Showing posts with label teknik tenaga listrik. Show all posts
Showing posts with label teknik tenaga listrik. Show all posts

Friday, December 17, 2010

Alat Ukur Listrik Digunakan pada Instalasi

Beberapa alat ukur listrik yang perlu diketahu bagi pelaksana di lapangan di Biro Teknik Listrik maupun orang teknik listrik antara lain :
  • KWH MaterAlat Ukur KWH meter
KWH meter digunakan untuk mengukur energi listrik yang menentukan besar kecilnya rekening listrik pemakai, untuk pengawatan sudah kami bahas pada postingan terdahulu.

Frekwensi Meter
frekwensi meter digunakan untuk mengetahui frekwensi atau gelombang sinusoida arus bolak balik yang merupakan jumlah siklus gelombang sinusoido tersebut perdetik (cycle/second)

Cara penyambungannya :

frekwensi meter mempunyai peranan cukup penting untuk mensinkronisasikan (paralelkan) 2 unit mesin pembangkit dan stabilnya frekwensi merupakan petunjuk kestabilan mesin pembangkit.

Watt Meter
Alat ukur ini untuk mengetahui besarnya daya nyata (daya aktif) pada watt meter terdapat spoel arus dan spoel tegangan sehingga cara penyambungan watt pada umumnya merupakan kombinasi dari volt meter dan amper.


Jenis lain dari watt meter adalah
  • KW meter (kilo watt meter)
  • MW meter (mega watt meter)
Megger
Megger digunakan untuk mengukur tahanan isolasi dari alat-alat listrik atau instalasi - instalasi tenaga listrik misalnya : kabel, trafo, OCB,jaringan SUTM dll.

Tegangan alat ukur ini umumnya tegangan tinggi arus searah yang besarnya berkisar 500 s/d 10.000 Volt.

Tegangan megger dipilih berdasarkan tegangan kerja dari pada sistem tegangan kerja peralatan atau instalasi yang akan di uji.

Hasil pengujian ditetapkan bahwa harga penahan isolasi minimum = 1000 x tegangan kerja peralatan yang akan di uji.

Phasa Squence
alat ini untuk mengetahui benar / tidaknya urutan phasa system tegangan listrik 3 Phasa. ini sangat penting khususnya dalam penyambungan gardu-gardu atau konsumen listrik, karena kesalahan urutan phasa dapat menimbulkan :
  • Kerusakan pada peralatan / mesin antara lain putaran motor terbalik.
  • Putaran piringan KWH meter menjadi lambat atau berhenti dll.

Friday, November 19, 2010

Indonesia Siap dengan Pembankit Listrik Tenaga Nuklir

Indonesia Siap dengan Pembankit Listrik Tenaga Nuklir Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Gankai Jepang

Gambar di atas adalah pembangkit listrik tenaga nuklir yang berada dekat dengan lingkungan perumahan dan taman bermain anak. hal ini menunjukkan kemajuan yang pesat pada pembangkit listrik tenaga nuklir yang selama ini di takutkan manusia. karena mau tidak mau Indonesia harus punya pembangkit listrik tenaga nuklir karena ramah lingkungan, mengurangi pemanasan global serta hujan asam. namun demikian pembangkit listrik tenaga nuklir yang menjadi momok jika terjadi kebocoran sehingga radiasi membahayakan umat manusia. Dengan kemajuan teknologi sekarang kita yakin bahwa kebocoran kecil kemungkinanya hal ini terlihat pada masyarak Jepang bahwa negeri itu membutuhkan tenaga nuklir untuk kepentingan bersama.

KESIAPAN INDONESIA MENDIRIKAN PLT Nuklir
Menristek mengukapkan bahwa Badan Atom International (IAEA) sudah mengakui kesiapan Indonesia membuat PLT Nuklir. Anhar Rizal, Deputi Penelitian Dasar dan Terapan Badan Tenaga Nuklir Nasiaonal (BATAN) kesiapan yang dinilai adalah Pre Project dan Project,sejauh ini Indonesia baru siap dalam tataran pre project. sejauh ini Indonesia mendapat pungakuan kesiapan pre-project dalam membangun reaktor nuklir. sedang project belum mendapat kesiapan sebab proyeknya sendiri belum berjalan. Penilaian pre-project meliputi : kesiapan sumber daya, kemampuan ekonomi dan kesiapan tempat.
Soal kesiapan tempat ada beberapa parameter terdiri :Bencana alam,gempa, Banjir. adapun tempat alternatif seperti Banten, Belitung dan kalimantan.

Wednesday, June 30, 2010

Macam Beban Pada Instalasi Listrik Domestik

  1. Beban Resistip (tahanan murni) : lampu pijar, seterika listrik , komor listrik, dan lain sebagainya.
  2. Beban Induktif : AC, Lemati Es, Penghisap debu, blender, kipas angin, mesin cuci, dan lain sebagainya.
  3. Beban Kapasitif (digunakan untuk memperbaiki faktor daya) : kapasitor dan kondensator

Wednesday, June 2, 2010

Ketentuan Umum Pemasangan Insalasi Listrik

Biro Teknik Listrik dalam melaksanakan pemasangan instalasi penerangan harus memenuhi ketentuan yang berlaku antara lain:

  • Setiap instalasi harus ada rencana instalasi yang disetujui.
  • Instalasi listrik harus di rancang, dipasang,dipelihara sedemikian juga sehingga tidak menimbulkan kebakaran dan mencegah kebakaran peralatan.
  • pearalatan instalasi listrik yang terpasang pada instalasi harus memenuhi :
  1. Ketentuan Standart yaitu : tercantum dengan jelas tanda tanda kesesuaian dan fungsinya sesauai sandart SNI.
  2. Memenuhi Ketentuan PUIL 2000
  • Instalasi listrik harus di lingakapi Proteksi untuk keselamatan.
  1. Proteksi dari kejut listrik.
  2. proteksi dari efek termal
  3. proteksi dariarus lebih
  4. proteksi dari tegangan lebih
  • instalasi listrik yang baru di pasang atau mengalami perubahan harus di periksa dan di uji dan bila perlu di coba sebelum di operasikan. yang memenuhi ketentuan PUIL 2000 diberi sertifikasi
  • Perncanaan pemasangan dan pemeriksaan instalasi listrik harus memiliki izin dan harus menggunakan tenaga teknis yang kompeten sesuai bidangnya dan tanggung jawab di bidang ketenagalistrikan