Pembangkit tenaga listrik (Pembangkit) : Berfungsi membangkitkan energi listrik, dengan cara merubah potensial (energi) mekanik menjadi potensial (energi) listrik.
Sistem Transmisi (penyaluran) : Proses penyaluran energi listrik dari satu tempat ketempat lain (dari pembankit listrik ke gardu induk atau dari gardu induk ke gardu induk lainnya), dengan mengunakan penghantar yang direntangkan antara tiang-tiang (tower) melalui isolator-isolator, dengan sistem tegangan tinggi.
Sistem distribusi : pembagian atau penyaluran tenaga listrik ke instalasi pemanfaatan (pelanggan).
Instalasi milik pelanggan (pemanfaatan) : Pihak yang memanfaatkan energi.
Parabola adalah suatu perangkat penangkapan sinyal satelit yang tentunya kualitas penangkapan sinyal dipengaruhi oleh luasan dish parabola/ piringan parabola, yang nantinya bisa dilihat pada prosen intensitas penerimaan. Selanjutnya pengaturan Digital LNBF, pada tabung LNBF tertera sekala 0,25 s/d 0,665. Skala ini sngat mempengaruhi hasil penerimaan sinyal, dimana penentuannya tergantung dari diameter dan kedalaman piringan para bola itu sendiri. Pada umumnya di Indonesia piringan para bola solid banyak dijual yang ukuran 6 ft atau diameter 180 cm dengan kedalaman dish 30 cm. Untuk menentukan skala yang tertera di LNBF dapat di hitung sbb :
Rumus : f=(DxD)/16xt)
Untuk Diameter 180 cm (6ft) dan kedalaman 30 cm
f=(180x180)/(16x30)
f= 32.400/480
f= 67.5
f/d= 67.5/180
= 0,375
Dari hasil perhitungan tersebut sebaiknya skala yang dipergunakan adalah 0,38 agar penerimaan sinyal menjadi optimum. Untuk dish dengan diameter dan kedalaman yang berbeda lakukan perhitungan dengan rumus diatas. Pada bagian bawah LNBF terdapat angka 30, 0 ,30, posisiskan angka 0 sejajar dengan mata angin barat-timur (sejajar garis katulistiwa). Jika menggunakan penggerak / actuator maka posisi actuator juga harus lurus/sejajar dengan arah barat-timur pada mata angin (kompas) agar pada saat pointing semua satelit terbaca sehingga mendapatkan chanel FTA yang cukup banyak minimal dari Intelsat 8 (timur) sampai Thaicom 5 (barat).
Kemiringan (elevasi) diatur menjadi 78,5o terhadap garis horisontal, pergunakan busur derajat. Setelah dish terpasang lakukan pointing di satelit Asiasat 2, kira-kira posisi parabola tegak lurus ke langit dengan elevasi 78,5o. Pada Receiver di set satelit Asiasat 2 dengan auto search .
Menentukan apakah arah actuator sudah segaris dengan barat-timur arah mata angin dengan cara memutar para bola ke arah Intelsat 8 yaitu ke sebelah timur +/- 15o terhadap garis horisontal. Jika telah menemukan siaran/chanel Arirang World, YTN , TVBS dsb, maka seting dish parabola sudah benar.
Secara otomatis Satelit yang ada di bagian barat akan tedeteksi yakni minimal satelit Thaicom 5 dengan chanel TVK Cambodia, Nepal TV dsb.
Dengan Kekayaan Sumber Alam di Indonesia yang melimpah maka pemanfaatan panas bumi perlu di optimalkan dengan membangun pembangkit Panas Bumi seperti di dua daerah yang sudah di bangun dan siab beroperasi yaitu Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi ( PLTP) di Jawa Barat di targetkan siap beroperasi mulai tahun 2014, dengan lokasi di Gunung Tampomas,Sumedang dan Gunung Cisolok, Sukabumi masing-masing memiliki potensi energi listrik sebesar 70 MW. untuk pebangunan PLTP investasi US $ 110 juta untuk PLTP Gunung Tampomas dan US$ 127,4 juta PLTP Cisolok dengan konsorsium perbangkan dalam negeri. Sementara PLTP berkapasitas 2x55 Megawatt (MW) di Ulubelu Lampung sampai tahap evaluasi harga dan akan beroperasi akhir tahun 2012.
Gambar : Penyambungan/Diagram Pengawatan KWH meter 1 Fasa
KWH meter digunakan untuk mengukur energi listrik yang menentukan besar kecilnya rekening listrik pemakai. mengingat pentingnya arti KWH meter, baik bagi PLN maupun konsumen maka perlu diperhatikan benar cara penyambungannya.
Menentukan Pembatas ( Zekring)
A = VA : V ===> A = 900 : 220 = 4,09 A
A = Arus listrik VA = Daya terpasang V = tegangan listrik
Jadi untuk pemakaian daya pada rumah tangga 900 VA menggunakan Zekring pilih 4 Ampere
Untuk Pemasangan listrik sistem tegangan Ada 3 Macam sistem tegangan yaitu:
Sistem 3 Fasa (Fasa tiga) : 380 volt/220 Volt
Sistem 2 Fasa (Fasa dua) : 440 Volt/220,22o/.....
Sistem 3 Fasa (Fasa satu) : 110 Volt, 220 Volt, 250 Volt
sedangkan dalam pemilihan sistem tegangan mengikuti konsep teknis (Distribution System Engineering) yang dianut satu dengan yang lain berbeda, misalanya :
Calon pelanggan listrik biasanya kurang memperhatikan instalasi listrik pada rumahnya, kebanyakan pelanggang memasang instalasi listrik untuk rumah tangga hanya berdasarkan Paket dari Biro Teknik listrik (BTL) untuk sambungan yang lain dipasang pelanggan sendiri. kasus yang terjadi di lapangan pada penambahan instalasi banyak sambungan yang kurang memenuhi standar, stopkontak banyak sambungan tidak sesuai kemapuan alat sehingga banyak terjadi kebakaran. untuk menhindari hal tersebut diharap bagi yang belum paham instalasi listrik sebaiknya gunakan Biro Teknik Listrik (BTL) untuk penabahan instalsi listrik di rumah.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pelanggang listrik untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan dan berikut Tipnya:
Tips berikut akan membantu Anda untuk ikut peduli dan turut memelihara Instalasi Listrik :
Pastikan Instalasi Listrik di rumah/bangunan milih Anda telah terpasang dengan tepat, benar dan aman serta menggunakan material listrik yang terjamin kualitasnya dan sesuai kapasitasnya.
Lakukan pemeriksaan rutin, minimal setahun sekali untuk memastikan apakah instalasi listrik masih layak untuk digunakan atau perlu direhabilitasi.
Jika instalasi listrik telah terpasang lebih dari 10 tahun, sebaiknya perlu untuk direhabilitasi. Hal ini untuk menjaga agar instalasi listrik tetap layak dipergunakan dan mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Pergunakan peralatan rumah tangga elektronik yang disesuaikan dengan daya tersambung dan kapasitas/kemampuan kabel instalasi listrik yang terpasang.
Jika ingin memasang, merehabilitasi atau memeriksa instalasi listrik, sebaiknya menggunakan jasa instalatir / Biro Teknik Listrik yang menjadi rekanan PT. PLN (Persero). Informasi tentang Instalatir Listrik dapat menghubungi kantor PLN terdekat.
Tips Mencegah Bahaya Listrik
Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik.
Gunakan pemutus arus listrik (Sekering) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi.
Kabel-kabel listrik yang terpasang di rumah jangan dibiarkan ada yang terkelupas atau dibiarkan terbuka.
Jauhkan sumber-sumber listrik seperti stop kontak, saklar dan kabel-kabel listrik dari jangkauan anak-anak.
Biasakan menggunakan material listrik, seperti kabel, saklar, stop kontak, steker (kontak tusuk) yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia) / LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) / SPLN (Standar PLN).
Pangkaslah pepohonan yang ada di halaman rumah jika sudah mendekati atau menyentuh jaringan listrik.
Hindari pemasangan antene televisi terlalu tinggi sehingga bisa mendekati atau menyentuk jaringan listrik.
Gunakan listrik yang memang haknya, jangan mencoba mencantol listrik, mengutak-atik KWH Meter atau menggunakan listrik secara tidak sah.
Biasakan bersikap hati-hati, waspada dan tidak ceroboh dalam menggunakan listrik.
Jangan bosan-bosan untuk mengingatkan anak-anak kita agar tidak bermain layang-layang di bawah/dekat jaringan listrik.
Jangan menambah sambungan listrik sendiri pada rumah anda sehingga dapat menimbulkan kebakara,gunakan jasa Biro Teknik Listrik (BTL)
MENGERJAKAN : 1. PEMASANGAN LISTRIK 2. PENAMBAHAN DAYA 3. PEMASANGAN JARINGAN LISTRIK 4. PENANGKAL PETIR, DLL.
KAMI ADALAH SALAH SATU PERUSAHAAN KONTRAKTOR LISTRIK YANG DIPERCAYA SALAH SATU REKANAN PT. PLN (PERSERO) .''KAMI ADALAH SOLUSI TERBAIK MASALAH LISTRIK YANG ANDA HADAPI''